Kisah Kau pergi, sehabis menutup pintu pagar sambil sekilas menoleh namamu sendiri yang tercetak di plat alumunium itu… Hari itu musim hujan yang panjang dan sejak itu mereka tak pernah melihatmu lagi… Sehabis penghujan reda, plat nama itu ditumbuhi lumut sehingga tak bisa terbaca ...

mawar dan bunga rumput di halaman: gadis yang kecil(dunia kecil, jari begitukecil) menudingnya… mengapakah perempuan suka menangisbagai kelopak mawar; sedangrumput liar semakin hijau suaranyadi bawah sepatu-sepatu… mengapakah pelupuk mawar selaluberkaca-kaca; sementara tangan-tang ...

Percakapan Malam Hujan Hujan, yang mengenakan mantel, sepatu panjang, dan payung, berdiri di samping tiang listrik. Katanya kepada lampu jalan, “Tutup matamu dan tidurlah. Biar kujaga malam.” “Kau hujan memang suka serba kelam serba gaib serba suara desah; asalmu dari ...

Di Atas Batu  ia duduk di atas batu dan melempar-lemparkan kerikil ke tengah kali… ia gerak-gerakkan kaki-kakinya di air sehingga memercik ke sana ke mari… ia pandang sekeliling : matahari yang hilang – timbul di sela goyang daun-daunan, jalan setapak yang mendak ...

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARIOleh : Sapardi Djoko Damono waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku dibelakang aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kamiyang telah menciptakan bayan ...

ANGIN, 3Oleh : Sapardi Djoko Damono “Seandainya aku bukan ……Tapi kau angin!Tapi kau harus tak letih-letihnya beringsut dari sudut ke sudutkamar,menyusup celah-celah jendela, berkelebat di pundak bukit itu.“Seandainya aku . . . ., .”Tapi kau angin!Nafasmu tersengal se ...

ANGIN, 2Oleh : Sapardi Djoko Damono Angin pagi menerbangkan sisa-sisa unggun api yang terbakarsemalaman.Seekor ular lewat, menghindar.Lelaki itu masih tidur.Ia bermimpi bahwa perigi tua yang tertutup ilalang panjangdi pekarangan belakang rumah itu tiba-tiba berair kembali.Perahu Kertas,Kumpulan Saj ...

ANGIN, 1Oleh : Sapardi Djoko Damono angin yang diciptakan untuk senantiasa bergerak dari sudut kesudut dunia ini pernah pada suatu hari berhenti ketika mendengarsuara nabi kita Adam menyapa istrinya untuk pertama kali, “heisiapa ini yang mendadak di depanku?” angin itu tersentak kembal ...

Oleh : Sapardi Djoko Damono Aku ingin mencintaimu dengan sederhanadengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abuAku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada Sumber: http://www.was-was ...

AKULAH SI TELAGAOleh : Sapardi Djoko Damono akulah si telaga: berlayarlah di atasnya;berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkanbunga-bunga padma;berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja— perahumu biar aku yang menjaganya Pe ...

BUNGA, 3Oleh : Sapardi Djoko Damono  seuntai kuntum melati yang di ranjang itu sudah berwarna coklatketika tercium udara subuh dan terdengar ketukan di pintutak ada sahutanseuntai kuntum melati itu sudah kering: wanginya mengeras diempat penjuru dan menjelma kristal-kristal di udara ketikaterd ...

BUNGA, 2Oleh : Sapardi Djoko Damono mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemiliktaman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkatajangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya — tak adaalasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajinmenyiraminya dan ...

BUNGA, 1Oleh : Sapardi Djoko Damono (i)Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.Ia rekah di tepi padang waktu hening pagi terbit;siangnya cuaca berdenyut ketika nampak sekawanan gagakterbang berputar-putar di atas padang itu;malam hari ia mendengar seru serigala. Tapi katanya, “Takut? Kata itu m ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   mencintai angin harus menjadi siutmencintai air harus menjadi ricikmencintai gunung harus menjadi terjalmencintai api harus menjadi jilatmencintai cakrawala harus menebas jarakmencintaiMu harus menjadi aku Sumber: http://www.kumpulan-puisi.com/poetry- ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   pada suatu hari nantijasadku tak akan ada lagitapi dalam bait-bait sajak inikau takkan kurelakan sendiripada suatu hari nantisuaraku tak terdengar lagitapi di antara larik-larik sajak inikau akan tetap kusiasatipada suatu hari nantiimpianku pun tak dikenal ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   Kubiarkan cahaya bintang memilikimukubiarkan angin yang pucatdan tak habis-habisnya gelisahtiba-tiba menjelma isyarat, merebutmuentah kapan kau bisa kutangkap...Ketika Jari-jari bunga terlukamendadak terasa betapa sengit, cinta kitacahaya bagai kabut, kabut ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   kau pun kekasihkulangit di mana berakhir setiap pandanganbermula kepedihan rindu itutemaram kepadaku sematamemutih dari seribu warnahujan senandung dalam hutanlalu kelabu menabuh nyanyian Sumber: http://www.kumpulan-puisi.com/poetry-detail.php?id=193 ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   tak ada yang lebih tabahdari hujan bulan junidirahasiakannya rintik rindunyakepada pohon berbunga itutak ada yang lebih bijakdari hujan bulan junidihapusnya jejak-jejak kakinyayang ragu-ragu di jalan itutak ada yang lebih arifdari hujan bulan junidibiarkann ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   hatiku selembar daun melayang jatuh di rumputnanti dulu, biarkan aku sejenak terbaring di siniada yang masih ingin kupandang, yang selama ini senantiasa luputsesaat adalah abadi sebelum kausapu tamanmu setiap pagiPerahu Kertas,Kumpulan Sajak,1982. Sumber:&nb ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   Ada gadis kecil diseberangkan gerimisdi tangan kanannya bergoyang payungtangan kirinya mengibaskan tangisdi pinggir padang,ada pohondan seekor burung… Sumber: http://www.kumpulan-puisi.com/poetry-detail.php?id=196 ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   dalam diriku mengalirsungai panjangdarah namanya…dalam diriku menggenangtelaga darahsukma namanya…dalam diriku meriakgelombang suarahidup namanya…dan karena hidup itu indahaku menangis sepuas-puasnya… Sumber: http://www.kum ...

Pengarang: Sapardi Djoko Damono   langit di kaca jendela bergoyangterarah ke mana wajah di kaca jendelayang dahulu jugamengecil dalam pesonasebermula adalah katabaru perjalanan dari kota ke kotademikian cepatkita pun terperanjatwaktu henti ia tiada… Sumber: http://www.kumpulan- ...

test

    aktifkan javascript dan gunakan browser terbaru untuk tampilan optimal