MIRAT MUDA, CHAIRIL MUDAOleh Chairil AnwarDialah, Miratlah, ketika mereka rebah,menatap lama ke dalam pandangnyacoba memisah mata yang menantangyang satu tajam dan jujur yang sebelah.Ketawa diadukannya giginya pada mulut Chairil; dan bertanya: Adakah, adakahkau selalu mesra dan aku bagimu indah ...

MAJU Oleh Chairil AnwarIni barisan tak bergenderang-berpalu Kepercayaan tanda menyerbu. Sekali berarti Sudah itu mati. MAJU Bagimu Negeri Menyediakan api. Punah di atas menghamba Binasa di atas ditindas Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai Jika ...

DERAI DERAI CEMARAOleh Charil AnwarCemara menderai sampai jauhterasa hari akan jadi malamada beberapa dahan di tingkap merapuhdipukul angin yang terpendamAku sekarang orangnya bisa tahansudah berapa waktu bukan kanak lagitapi dulu memang ada suatu bahanyang bukan dasar perhitungan kiniHidup hanya me ...

Bersandar pada tari warna pelangiKau depanku bertudung sutra senjaDi hitam matamu kembang mawar dan melatiHarum rambutmu mengalun bergelut sendaSepi menyanyi, malam dalam mendoa tibaMeriak muka air kolam jiwaDan dalam dadaku memerdu laguMenarik menari seluruh aku   Hidup dari hidupku, pintu t ...

  Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Aku sudah cukup lama dengan bicaramu dipanggang diatas apimu, digarami lautmu Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945 Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu Aku sekarang api aku sekarang laut Bung Karno ! Kau dan aku satu zat sa ...

Rumahku dari unggun-timbun sajakKaca jernih dari luar segala nampakKulari dari gedong lebar halamanAku tersesat tak dapat jalanKemah kudirikan ketika senjakalaDi pagi terbang entah ke manaRumahku dari unggun-timbun sajakDi sini aku berbini dan beranakRasanya lama lagi, tapi datangnya datangAku tidak ...

Kelam dan angin lalu mempesiang diriku, Menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,   Malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu Di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin   Aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang dan aku bisa lagi lepaskan ...

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ? Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras, bermata tajam   Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini   Aku suka pada mereka yang berani hidup Aku suka pada mereka yang masuk me ...

  Kepada SriSepi di luar. Sepi menekan-mendesakLurus kaku pohonan. Tak bergerakSampai di puncak. Sepi memagut,Tak satu kuasa melepas-renggutSegala menanti. Menanti. MenantiSepiTambah ini menanti jadi mencekikMemberat-mencengkung pundaSampai binasa segala. Belum apa-apaUdara bertuba. Setan bert ...

Sebuah jendela menyerahkan kamar inipada dunia. Bulan yang menyinar ke dalammau lebih banyak tahu.“Sudah lima anak bernyawa di sini,Aku salah satu!” Ibuku tertidur dalam tersedu,Keramaian penjara sepi selalu,Bapakku sendiri terbaring jemuMatanya menatap orang tersalib di batu! Sekelili ...

Baik, baik, aku akan menghadap DiaMenyerahkan diri dan segala dosaTapi jangan tentang lagi akuNanti darahku jadi beku Jangan lagi kau berceritaSudah tercacar semua di mukaNanah meleleh dari mukaSambil berjalan kau usap juga Bersuara tiap kau melangkahMengerang tiap kau memandangMenetes dari suasan ...

Dengan Mirat Pengarang: Chairil Anwar     Kamar ini jadi sarang penghabisandi malam yang hilang batas Aku dan engkau hanya menjengkaurakit hitam 'Kan terdamparkahatau terserahpada putaran hitam? Matamu ungu membatu Masih berdekapankah kami ataumengikut juga bayangan itu 1946 Su ...

kepada pemeluk teguh TuhankuDalam termanguAku masih menyebut namaMu Biar susah sungguhmengingat Kau penuh seluruh cayaMu panas sucitinggal kerdip lilin di kelam sunyi Tuhanku aku hilang bentukremuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhankudi pintuMu aku mengetukaku tidak bisa berpaling ...

Sebelum ajal mendekat dan mengkhianat,mencengkam dari belakang ‘tika kita tidak melihat,selama masih menggelombang dalam dada darah serta rasa, belum bertugas kecewa dan gentar belum ada,tidak lupa tiba-tiba bisa malam membenam,layar merah berkibar hilang dalam kelam,kawan, mari kita putuskan ...

Kami sama pejalan larutMenembus kabutHujan mengucur badanBerkakuan kapal-kapal di pelabuhan Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat Siapa berkata-kata?Kawanku hanya rangka sajaKarena dera mengelucak tenaga Dia bertanya jam berapa? Sudah larut sekaliHilang tenggelam segala maknaDan gerak tak pu ...

Ini kali tidak ada yang mencari cintadi antara gudang, rumah tua, pada ceritatiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlautmenghembus diri dalam mempercaya mau berpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elangmenyinggung muram, desir hari lari berenangmenemu bujuk pangkal akanan. Tidak ber ...

  Aku kira: Beginilah nanti jadinya Kau kawin, beranak dan berbahagia Sedang aku mengembara serupa Ahasveros   Dikutuk-sumpahi Eros Aku merangkaki dinding buta Tak satu juga pintu terbuka   Jadi baik juga kita padami Unggunan api ini Karena kau tidak ‘kan apa-apa ...

Pengarang: Chairil Anwar   Cintaku jauh di pulau,gadis manis, sekarang iseng sendiriPerahu melancar, bulan memancar,di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.angin membantu, laut terang, tapi terasaaku tidak ‘kan sampai padanya.Di air yang tenang, di angin mendayu,di perasaan penghab ...

Pengarang: Kahlil Gibran     Burung pipit kecilkuhapuslah rasa curigamu padakuwalau aku hanya menjadi persingahaan sesaattak akan ku tahan kau untuk diam ditempat Terimakasihku untuk mu burung pipit kecilkuTerbanglah bebas kemana kau akan pergiTemukah teman yang akan menjadi kekasihm ...

Pengarang: Chairil Anwar   Ini muka penuh lukaSiapa punya ? Kudengar seru menderudalam hatikuApa hanya angin lalu ? Lagu lain pulaMenggelepar tengah malam buta Ah.......!! Segala menebal, segala mengentalSegala tak kukenal .............!!Selamat tinggal ................! Dari: Deru Campu ...

Pengarang: Chairil Anwar     Aku berada kembali. Banyak yang asing:air mengalir tukar warna,kapal kapal,elang-elangserta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain; rasa laut telah berubah dan kupunya wajahjuga disinari matari lain. HanyaKelengangan tinggal tetap saja.Lebih lengang ak ...

Pengarang: Chairil Anwar   Kalau sampai waktuku‘Ku mau tak seorang kan merayuTidak juga kauTak perlu sedu sedan ituAku ini binatang jalangDari kumpulannya terbuangBiar peluru menembus kulitkuAku tetap meradang menerjangLuka dan bisa kubawa berlariBerlariHingga hilang pedih periDan aku a ...

test

    aktifkan javascript dan gunakan browser terbaru untuk tampilan optimal