Pengarang: W.S Rendra   Atas ranjang batutubuhnya panjangbukit barisan tanpa bulankabur dan liatdengan mata sepikan teraliDi lorong-lorongjantung matanyapara pemuda bertangan merahserdadu-serdadu Belanda rebahDi mulutnya meneteslewat mimpidarah di cawan tembikardijelmakan satu senyu ...

Pengarang: W.S Rendra   Debu mengepul mengolah wajah tukang-tukang parkir.Kemarahan mengendon di dalam kalbu purba.Orang-orang miskin menentang kemelaratan.Wahai, Joki Tobing, kuseru kamu,kerna wajahmu muncul dalam mimpiku.Wahai, Joki Tobing, kuseru kamukarena terlibat aku di dalam napasmu. ...

Pengarang: W.S Rendra   Inilah tangan seorang mahasiswa,tingkat sarjana muda.Tanganku. Astaga.Tanganku menggapai,yang terpegang anderox hostes berumbai,Aku bego. Tanganku lunglai.Tanganku mengetuk pintu,tak ada jawaban.Aku tendang pintu,pintu terbuka.Di balik pintu ada lagi pintu.Dan selalu ...

Pengarang: W.S Rendra   Inilah sajakku,seorang tua yang berdiri di bawah pohon meranggas,dengan kedua tangan kugendong di belakang,dan rokok kretek yang padam di mulutku.Aku memandang zaman.Aku melihat gambaran ekonomidi etalase toko yang penuh merk asing,dan jalan-jalan bobrok antar desaya ...

Pengarang: W.S Rendra   Seonggok jagung di kamardan seorang pemudayang kurang sekolahan.Memandang jagung itu,sang pemuda melihat ladang;ia melihat petani;ia melihat panen;dan suatu hari subuh,para wanita dengan gendonganpergi ke pasar ………..Dan ia juga melihatsuatu pagi ...

Pengarang: W.S Rendra   Menenggak bir sebotol,menatap dunia,dan melihat orang-orang kelaparan.Membakar dupa,mencium bumi,dan mendengar derap huru-hara.Hiburan kota besar dalam semalam,sama dengan biaya pembangunan sepuluh desa !Peradaban apakah yang kita pertahankan ?Mengapa kita membangun ...

Pengarang: W.S Rendra   Murid-murid mengobel klentit ibu gurunyaBagaimana itu mungkin ?Itu mungkin.Karena tidak ada patokan untuk apa saja.Semua boleh. Semua tidak boleh.Tergantung pada cuaca.Tergantung pada amarah dan girangnya sang raja.Tergantung pada kuku-kuku garuda dalam mengatur kata ...

Pengarang: W.S Rendra   Sebab percaya akan keampuhan industridan yakin bisa memupuk modal nasionaldari kesenian dan keindahan alam,maka Bali menjadi obyek pariwisata.Betapapun:tanpa basa-basi keyakinan seperti itu,Bali harus dibuka untuk pariwisata.Sebab:pesawat-pesawat terbang jet sudah di ...

Pengarang: W.S Rendra   Tanggal lima belas tahun rembulan.Wajah molek bersolek di angkasa.Kemarau dingin jalan berdebu.Ular yang lewat dipagut naga.Burung tekukur terpisah dari sarangnya.Kepada rekannya berkatalah suami itu :“Semuanya akan beres. Pasti beres.Mengeluhkan keadaan tak ad ...

Pengarang: W.S Rendra   Matahari terbit pagi inimencium bau kencing orok di kaki langitmelihat kali coklat menjalar ke lautandan mendengar dengung di dalam hutanlalu kini ia dua penggalah tingginyadan ia menjadi saksi kita berkumpul disinimemeriksa keadaankita bertanya :kenapa maksud baik t ...

Pengarang: W.S Rendra   (Untuk puteraku, Isaias Sadewa)Ketika maut mencegatnya di delapan penjuru.Sang ksatria berdiri dengan mata bercahaya.Hatinya damai,di dalam dadanya yang bedah dan berdarah,karena ia telah lunasmenjalani kewjiban dan kewajarannya.Setelah ia wafatapakah petani-petani a ...

Pengarang: W.S Rendra   Matahari bangkit dari sanubariku.Menyentuh permukaan samodra raya.Matahari keluar dari mulutku,menjadi pelangi di cakrawala.Wajahmu keluar dari jidatku,wahai kamu, wanita miskin !kakimu terbenam di dalam lumpur.Kamu harapkan beras seperempat gantang,dan di tengah saw ...

Pengarang: W.S Rendra   Ada suara bising di bawah tanah.Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah.Ada tangis tak menentu di tengah sawah.Dan, lho, ini di belakang sayaada tentara marah-marah.Apa saja yang terjadi ? Aku tak tahu.Aku melihat kilatan-kilatan api berkobar.Aku melihat isyara ...

Pengarang: W.S Rendra   Kini kita saling berpandangan saudara.Ragu-ragu apa pula,kita memang pernah berjumpa.Sambil berdiri di ambang pintu kereta api,tergencet oleh penumpang berjubel,Dari Yogya ke Jakarta,aku melihat kamu tidur di kolong bangku,dengan alas kertas koran,sambil memeluk satu ...

Pengarang: W.S Rendra   Dengan latar belakang gubug-gubug karton,aku terkenang akan wajahmu.Di atas debu kemiskinan,aku berdiri menghadapmu.Usaplah wajahku, Widuri.Mimpi remajaku gugurdi atas padang pengangguran.Ciliwung keruh,wajah-wajah nelayan keruh,lalu muncullah rambutmu yang berkibaranK ...

Pengarang: W.S Rendra   Janganlah tuan seenaknya memelukku.Ke mana arahnya, sudah cukup aku tahu.Aku bukan ahli ilmu menduga,tetapi jelas sudah kutahupelukan ini apa artinya…..Siallah pendidikan yang aku terima.Diajar aku berhitung, mengetik, bahasa asing,kerapian, dan tatacara,Tetap ...

Pengarang: W.S Rendra   Angin gunung turun merembes ke hutan,lalu bertiup di atas permukaan kali yang luas,dan akhirnya berumah di daun-daun tembakau.Kemudian hatinya pilumelihat jejak-jejak sedih para petani – buruhyang terpacak di atas tanah gemburnamun tidak memberi kemakmuran bagi ...

Pengarang: W.S Rendra   Bulan terbit dari lautan.Rambutnya yang tergerai ia kibaskan.Dan menjelang malam,wajahnya yang bundar,menyinari gubug-gubug kaum gelandangankota Jakarta.Langit sangat cerah.Para pencuri bermain gitar.dan kaum pelacur naik penghasilannya.Malam yang permaianugerah bagi ...

Pengarang: W.S Rendra   Aku tulis sajak ini di bulan gelap raja-raja.Bangkai-bangkai tergeletak lengket di aspal jalan.Amarah merajalela tanpa alamat.Ketakutan muncul dari sampah kehidupan.Pikiran kusut membentuk simpul-simpul sejarah.O, jaman edan !O, malam kelam pikiran insan !Koyak-moyak ...

Pengarang: W.S Rendra   Kita adalah angkatan gagapyang diperanakkan oleh angkatan takabur.Kita kurang pendidikan resmidi dalam hal keadilan,karena tidak diajarkan berpolitik,dan tidak diajar dasar ilmu hukumKita melihat kabur pribadi orang,karena tidak diajarkan kebatinan atau ilmu jiwa.Kit ...

Pengarang: W.S Rendra   Engkaulah perempuan terkasih, yang sejenak kulupakan, sayangKerna dalam sepi yang jahat tumbuh alang-alang di hatiku yang malangDi hatiku alang-alang menancapkan akar-akarnya yang gatalSerumpun alang-alang gelap, lembut dan nakalGelap dan bergoyang iadan ia pun berbu ...

Pengarang: W.S Rendra   Sebuah sangkar besitidak bisa mengubah rajawalimenjadi seekor burung nuriRajawali adalah pacar langitdan di dalam sangkar besirajawali merasa pastibahwa langit akan selalu menantiLangit tanpa rajawaliadalah keluasan dan kebebasan tanpa sukmatujuh langit, tujuh rajawa ...

Pengarang: W.S Rendra   Ma, nyamperin matahari dari satu sisi.Memandang wajahmu dari segenap jurusan.Aku menyaksikan zaman berjalan kalang-kabutan.Aku melihat waktu melaju melanda masyarakatku.Aku merindui wajahmu.Dan aku melihat wajah-wajah berdarah para mahasiswa.Kampus telah diserbu mobi ...

Pengarang: W.S Rendra Orang-orang miskin di jalan,yang tinggal di dalam selokan,yang kalah di dalam pergulatan,yang diledek oleh impian,janganlah mereka ditinggalkan.Angin membawa bau baju mereka.Rambut mereka melekat di bulan purnama.Wanita-wanita bunting berbaris di cakrawala,mengandung buah ja ...

Pengarang: W.S Rendra   Lunglai – ganas karena bahagia dan sedih,indah dan gigih cinta kita di dunia yang fana.Nyawamu dan nyawaku dijodohkan langit,dan anak kita akan lahir di cakrawala.Ada pun mata kita akan terus bertatapan hingga berabad-abad lamanya.Juwitaku yang cakap meskipun t ...

Pengarang: W.S Rendra Awan bergoyang, pohonan bergoyangantara pohonan bergoyang malaikat membayangdari jauh bunyi merdu loceng loyangSepi, syahdu, rinducandu rindu, ghairah kelaburebahlah, sayang, rebahlah wajahmu ke dadakuLangit lembayung, pucuk-pucuk daun lembayungantara daunan lembayung bergan ...

Pengarang: W.S Rendra Kami masuk serdadu dan dapat senapangibu kami nangis tapi elang toh harus terbangYoho, darah kami campur arak!Yoho, mimpi kami patung-patung dari perakNenek cerita pulau-pulau kita indah sekaliWahai, tanah yang baik untuk matiDan kalau ku telentang dengan pelor timahcukilah ...

Pengarang: W.S Rendra (Untuk puteraku Isaias Sadewa)Engkau melayang jauh, kekasihku.Engkau mandi cahaya matahari.Aku di sini memandangmu,menyandang senapan, berbendera pusaka.Di antara pohon-pohon pisang di kampung kita yang berdebu,engkau berkudung selendang katun di kepalamu.Engkau menjadi suatu ...

Pengarang: W.S Rendra   Silau oleh sinar lampu lalulintasAku menunduk memandang sepatuku.Aku gentayangan bagai kelelawar.Tidak gembira, tidak sedih.Terapung dalam waktu.Ma, aku melihatmu di setiap ujung jalan.Sungguh tidak menyangkaBegitu penuh kamu mengisi buku alamat batinku.Sekarang aku ...

Pengarang: W.S Rendra Luka-luka di dalam lembaga,intaian keangkuhan kekerdilan jiwa,noda di dalam pergaulan antar manusia,duduk di dalam kemacetan angan-angan.Aku berontak dengan memandang cakrawala.Jari-jari waktu menggamitku.Aku menyimak kepada arus kali.Lagu margasatwa agak mereda.Indahnya ket ...

Pengarang: W.S Rendra Ia merangkakdi atas bumi yang dicintainyaTiada kuasa lagi menegakTelah ia lepaskan dengan gemilangpelor terakhir dari bedilnyaKe dada musuh yang merebut kotanyaIa merangkakdi atas bumi yang dicintainyaIa sudah tualuka-luka di badannyaBagai harimau tuasusah payah maut menjera ...

Pengarang: W.S Rendra Tubuh birutatapan mata birulelaki berguling di jalanAngin tergantungterkecap pahitnya tembakaubendungan keluh dan bencanaTubuh birutatapan mata birulelaki berguling dijalanDengan tujuh lubang pelordiketuk gerbang langitdan menyala mentari mudamelepas kesumatnyaGadis berjalan ...

Pengarang: W.S Rendra Tuhanku,WajahMu membayang di kota terbakardan firmanMu terguris di atas ribuankuburan yang dangkalAnak menangis kehilangan bapaTanah sepi kehilangan lelakinyaBukannya benih yang disebar di bumi subur initapi bangkai dan wajah mati yang sia-siaApabila malam turun nantisempurnal ...

Pengarang: W.S Rendra Aku tulis sajak iniuntuk menghibur hatimuSementara engkau kenangkan encokmukenangkanlah pula masa remaja kita yang gemilangDan juga masa depan kita yang hampir rampungdan dengan lega akan kita lunaskan.Kita tidaklah sendiridan terasing dengan nasib kitaKerna soalnya adalah huk ...

Aku Tulis Pamplet Ini Pengarang: W.S Rendra   Aku tulis pamplet ini karena lembaga pendapat umum ditutupi jaring labah-labah Orang-orang bicara dalam kasak-kusuk, dan ungkapan diri ditekan menjadi peng – iya – an Apa yang terpegang hari ini bisa luput besok pagi Ketidakpastian me ...

test

    aktifkan javascript dan gunakan browser terbaru untuk tampilan optimal